Oleh Ishak Salim, Kepala Pusat Disabilitas Unhas
Jumat lalu, tepatnya 5 Januari 2024, tim Akademik dan Kemahasiswaan Unhas berkumpul membahas ‘kemajuan’ mahasiswa difabel angkatan 2023 dan persiapan penerimaan mahasiswa baru 2024. Pertemuan ini dilaksanakan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dengan mengundang pihak-pihak yang terkait langung dengan perkembangan akademik mahasiswa difabel dan penerimaan mahasiswa baru difabel melalui jalur SNBT, SNBP dan melanjutkan jalur sebelumnya, yakni jalur mandiri khususnya pintu ‘Afirmasi Disabilitas”.
Rapat tentang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024/2025 dipimpin langsung ibu Risma, direktur Pendidikan. Hadir pada kesempatan itu adalah Prof Sukri Tamma (Dekan Fisip) dan Prof. Akin (Dekan FIB). Kedua dekan ini hadir untuk memberikan catatan progress dari masing-masing dua difabel di Fakultas mereka. Hadir juga pengelola mata kuliah-mata kuliah MKU, Pak Rahmatullah. Selain itu, dari Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital, Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru, Subdirektorat Administrasi Pendidikan, Subdirektorat Teknologi Informasi dan Komunikas, Subdirektorat Informasi dan Data Akademik, Subdirektorat Perkuliahan Bersama, Seksi Registrasi dan Statistik, Kepala Pusat Disabilitas dan timnya (Ida Arianti Said, Muhammad AY, dan Fitrah Ramadhan).
Pada rapat ini, kita telah membulatkan tekad membuka ruang lebih luas untuk difabel bisa masuk unhas. Tiga jalur: SNBT, SNBP dan Jalur Mandiri terbuka bagi difabel. Terbukanya ini bukan hanya bahwa unhas tidak menolak difabel, namun juga akan menyediakan ruang tes yang akses dan penyediaan sejumlah akomodasi layak seperti komputer dengan aplikasi pembaca layar, juru bahasa isyarat, pendamping disabilitas (dari relawan teman difabel pusdis) dan layanan khusus disabilitas lainnya. Semua ini nantinya disediakan setelah terlebih dahulu pihak akademik menyiapkan SOP pendaftaran/penerimaan maba difabel.
Rapat juga meminta dekan FIB dan Fisip untuk memberikan laporan perkembangan maba difabel di Fakultas masing-masing. Kedua dekan baik Prof Akin maupun Prof Sukri mengakui adanya sejumlah kekurangan/kendala yang dihadapi pihak fakultas/departemen selama proses belajar mengajar difabel. Selain itu, koordinatri pengelola MKU juga, Pak Rahmatullah dimintai pendapatnya yang intinya menyatakan bahwa keberadaan difabel membuat proses mengajar belajar beradaptasi.
Prof Akin menyampaikan kalau ada sejumlah dosen menyampaikan keluhan/kebingungan dan penting adanya sosialisasi dan peningkatan kapasitas dosen dalam berinteraksi dan mendidik difabel dengan beragam kemampuan. Prof Sukri menyampaikan bahwa dia difabel di Fakultas nya tidak ada kendala berarti dan merasa perlu juga ada sosialisasi disabilitas ke dosen-dosen. Nantinya kita akan adakan pada tiap-tiap Fakultas dengan berkoordinasi dengan direktorat pendidikan unhas.
Kami merespon dengan menyampaikan bahwa pengalaman Pusdis mendampingi 4 difabel di 2023 ini sungguh kaya. Setiap difabel punya dinamika yang berbeda beda. Dari Megawati, kita banyak belajar soal betapa desain bangunan kita telah menyulitkan mega selama satu semester ini. Jika disederhanakan, setidaknya ada 100-160 kali Mega diantar jemput oleh temannya maupun relawan teman difabel. Belum lagi mega juga memiliki kesulitan bicara sehingga ada kendala komunikasi setiap kali di kelas bukan hanya dengan temannya tapi juga dengan dosennya.
Saya menyebut satu persatu kekayaan pengalaman tersebut karena penting sekali kita menyampaikan ke pihak rektorat/akademik bahwa apa yang telah kita lakukan ini sungguh memberi banyak pengalaman.

Selain itu kami juga menyampaikan bahwa di unhas ada banyak sumber daya yang telah kami dekati dan kelak akan bekerjasama untuk memberikan pelayanan bagi difabel secara maksimal. Semoga kelak bisa terkoordinasi semuanya. Mulai dari pusat-pusat yang tersedia seperti pusat layanan psikologi, departemen rehab-medik, rumah sakit pendidikan unhas, UKM, dan seterusnya.
Intinya, tahun ini, Unhas akan lebih siap menyongsong kehadiran calon mahasiswa mengikuti tes dan proses penerimaan calon mahasiswa baru dan berharap ini akan menjadi awal untuk memperkuat dimensi inklusi disabilita kampus Unhas[].
