Menemukan Makna di Kehidupan Kedua…

Mabadif 2025

Oleh Besse Syakirah

Besse Syakirah
Besse Syakirah

“Di kehidupan kedua, semoga kau tak terlalu keras kepala” (.feast – Tarot)

Halo readers! This is Syakirah, wakil Ketua Panitia Tim Pendukung PKKMB 2025. Kali ini saya mau berbagi cerita tentang bagaimana saya dan team mengkoordinir kegiatan ini. OK Here We Go….

Awal bulan Juli, beberapa orang berkumpul di Pusdis dan berbincang santai membahas mengenai pembentukan panitia untuk memfasilitasi para mahasiswa baru difabel (mabadif). Ada beberapa nama-nama yang diusulkan untuk menjadi ketua panitia, hingga akhirnya Ara lah yang terpilih. Struktur di kepanitiaan ini sedikit berbeda. Saran Ketupat/Ara, dia tidak butuh sekretaris maupun bendahara dia hanya butuh wakil ketua dan beberapa divisi. Namun ketua panitia mengambil job bendahara sedangkan wakil mengambil job sekretaris. Dan akhirnya saya lah yang menerima amanah menjadi wakil ketupat. Awalnya saya hanya opsi kedua yang ditunjuk menjadi wakil ketua. Berhubung opsi pertama merasa tidak cukup punya banyak waktu untuk mengemban banyak tugas, akhirnya saya yang terpilih. Lagipula saya pikir ini jadi kesempatan saya untuk mengevaluasi diri setelah menjadi Ketupat di CERIA 2025 lalu. 

Persiapan Tim Pendukung PKKMB

Secara resmi tim kami terbentuk di tanggal 12 Juli 2025, Ara sebagai Ketupat memberikan penawaran kepada relawan lewat chat pribadi dan chat grup. Sedangkan saya hanya memberikan saran nama-nama yang recomended untuk ikut bergabung menjadi tim. Saat rapat pertama, agenda yang dilakukan yaitu Ketupat memperkenalkan dirinya dan pembagian divisi. Saya lupa memperkenalkan diri saya sebagai wakil ketupat sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan teman-teman 

“Syakirah divisi ini, Syakirah divisi itu, Syakirah belum ada divisinya…” heh saya ini wakilnya Ara huhuuu

Hari-hari proses persiapan acara, ada banyak sekali cerita terbentuk, new insight, ada yang cekcok, miskomunikasi, atau bahkan panitia yang hilang. Tapi karena kerja sama panitia semua bisa terselesaikan

Walaupun selama proses persiapan saya tidak Makassar, karena lagi pulkam tapi bukan ke Sinjai hehe. Secara daring saya mengatur hal-hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari persuratan, jobdesk divisi, talent, rute unhas tur dan hal-hal lain. Saya juga pernah “tumbang” padahal saya pikir saya belum bekerja sekeras itu tapi ya mau di apa, takkala’ mi. 

H-1 sebelum Workshop ada berita buruk. Ruangan yang akan kami gunakan besok ternyata tidak bisa dipakai. The end saya dan Ara mencoba cari ruangan lain dan ternyata tidak dapat ruangan. Opsi terakhir yaa kami menggunakan kantor kami sendiri, kantor Pusdis. Malam harinya kami menyiapkan ruangan untuk besok, kursi ditumpuk meja digeser hingga meja disusun menjadi 3, saya heran bagaimana cara kak Dedy menyusun meja itu hingga menjadi 3 tingkat. DI sisi lain Ara menangis karena kesal ruangan workshop hanya di kantor Pusdis, dia merasa kesal karena tidak bisa memberikan ruangan yang lebih nyaman.

Hari H Workshop tiba, panitia menggunakan dresscode biru putih yang sangat menggambarkan pusdis. Kegiatan mulai tepat waktu, pukul 10 waktu Pusdis kegiatan sudah dimulai, dibuka oleh Cuiss sebagai MC. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari ketua panitia, KaPus dan pembacaan doa. Sebetulnya hampir saja saya yang naik menggantikan ketua panitia untuk menyampaikan sambutan ketua panitia, sebab sempat beberapa jam sebelumnya Ara tidak mau hadir di acara workshop karena masih kesal dengan kejadian kemarin. Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan 3 materi, Etika berinteraksi dengan Dosen/Staf oleh Ibu Novy, Etika berinteraksi dengan Relawan oleh kak Tenri dan Manajemen Beasiswa oleh Prof Ardiaty. Acara berjalan lancar, melebihi ekspektasi saya. Terima kasih sewmuaaa. Setelah acara beberapa Panitia bergabung untuk briefing, kami mengatur dan menyiapkan hal-hal yang perlu dibawa untuk keperluan Unhas Tur. 

Saatnya Unhas Tur!!,, kegiatan pra PKKMB yang sangat ditunggu-tunggu. Dresscode kali ini adalah hijau, beberapa memakai baju HUT, ada juga yang memakai baju hijau lain. Ini pertama kalinya saya memakai baju itu sebab HUT bulan lalu saya tidak ikut huhuhh;). Saya dan Ara berjalan menuju ke Pusdis sebagai titik kumpul. Namun saat Perjalanan menuju Pusdis saya tiba-tiba ingat bahwa saya belum cek lokasi tur yang di PJkan kepada saya, jadi saya ubah haluan, Ara ke pusdis dan saya menuju FKep. Saat sampai di Fkep saya berkeliling dan bertanya ke petugas sekitar setelah beberapa menit disana saya kembali menuju ke pusdis. Di Pusdis sudah banyak yang berkumpul dan siap tur. 

Lokasi tur pertama yaitu kantor Pusdis,  habis Itu ke rektorat, setelah rektorat dilanjutkan ke Perpustakaan Pusat. Orang Orang Perpustakaan menyambut kami dengan hangat. Kami dipandu untuk mengunjungi ruangan-ruangan dalam perpus. Setelah ke perpus kami beristirahat di pelataran PB, beberapa pergi membeli cemilan. setelah beristirahat tur dilanjutkan ke baruga. baruga menjadi titik perpisahan rumpun Saintek dan Soshum. Tur Terbagi menjadi 2, tim Saintek dan Tim Soshum. Saya dan teman-teman dari fakultas saintek memulai tur di fakultas keperawatan. Saya sebagai Tour Guide FKep memandu teman-teman untuk berkeliling di sekitar FKep. Kemudian kami menuju ke Faperta dan berkeliling. Matahari sudah cukup terik dan menunjukkan jam-jam kritis kami menuju ke kudapan dan menjadi titik kumpul kami sebelum menuju ke FT. Kami makan siang sembari menunggu tim soshum kembali. 

Bus yang akan mengantar kami ke FT sudah tiba, madif naik di bus tersebut dan beberapa panitia selebihnya menggunakan bus trans mamminasata. Sekitar 40 menit perjalanan, kami pun sampaii di FT. Dari dalam bus saya sudah melihat pihak fakultas teknik siap menyambut kedatangan kami. Bersyukur FT tread us so wellll. Kami turun dari bus dan diarahkan ke gedung science techno park. Sambil menyantap camilan yang disediakan kami mendengarkan sambutan oleh pihak FT dan tak lupa juga Kepala Pusat Disabilitas dan Ketua Panitia ikut menyampaikan sambutan terima kasihnya. Ara tidak menyangka akan dipanggil ikut duduk bersama para jajaran di depan dia terlihat begitu bersemangat menyampaikan sambutan dan terima kasihnya sampai-sampai lupa waktu,,,, hmmzz. Setelah sambutan-sambutan itu kami keluar dan mulai berkeliling saya takjub melihat bangunan dan fasilitas fakultas teknik yang WOW, eits ulang-ulang 1… 2… 3… WOW. Di penghujung hari kami menonton teman-teman teknik sedang gladi untuk persiapan PKKMB. Perjalanan pulang kami diikuti oleh matahari yang sudah mulai terbenam, bus pun perlahan sunyi sebab banyak yang tertidur tapi ini berlaku di bangku belakang saja berbeda dengan bangku depan, saya mencoba untuk tidur namun kuping sebelah kanan saya selalu menangkap suara gelak tawa dari jawaban hasil teka teki dan saya pun ikut bermain teka teki juga. Tak terasa kami pun tiba di kampus Tamlan lagi, satu per satu teman-teman pulang dan saya pun pulang juga. “It’s been a long day, but truly a day to remember. 

Keesokan harinya, hari yang harusnya kami gunakan untuk re-charge malah saya pakai untuk pergi CFD-an, rencananya ya habis CFD-an kami mau lanjut ke GOR untuk ikut gladi untuk PKKMB Universitas besok. Sekitar pukul 11 kami ke GOR dan ikut gladi. Di sela-sela gladi kami berkoordinasi dengan Pak Adnan (Ketua Panitia PKKMB 2025) mengenai akses, tempat duduk, hingga job lainnya. Gladi selesai tepat sebelum magrib, jadi kami bisa kembali lebih awal. 

Malam harinya saya mempersiapkan pakaian yang akan saya kenakan besok. Mulai dari kemeja putih, rok hitam, almamater dan lainnya. Saya mencari-cari di mana saya menyimpan almamater saya, saya mencari lemari, rak hingga tas tapi tidak dapat juga dan akhirnya saya memakai almamater dengan tag fakultas lain. 

Saya meninggalkan kos sekitar pukul 04.15, lalu berjalan ke ramsis untuk membawakan kemeja putih untuk Ara padahal itu cuma modus aslinya saya datang untuk membujuk ketua panitia yang katanya tidak mau datang. Tanpa menunggu Ara saya berjalan kaki sendirian ke Pusdis, awalnya saya pesan ojek online tapi tidak ada yang terima huhuh. Sesampai di Pusdis baru beberapa madif 2025 yang hadir, setelah sholat subuh kami menuju ke GOR. Ribuan mahasiswa baru memenuhi pintu GOR, setelah terjepit di kerumunan kami berhasil masuk ke dalam GOR dan langsung menuju ke tempat yang telah disediakan. Tim Pusdis duduk di sebelah kiri panggung, namun saya dan Siti duduk di sebelah kanan, bergabung dengan teman-teman yang akan naik untuk penyematan jas almamater. Pukul 7 tepat PKKMB 2025 sudah dibuka, saya merasa flashback ke tahun 2023 saat saya menjadi mahasiswa baru. Saya tidak menyangka sudah memiliki 2 angkatan adik tingkat. Pikiran saya mengambang waktu itu dan berandai-andai

“Apa yang terjadi jika saya tidak masuk jurusan ini?”, “ Apa yang terjadi jika saya pilih jurusan lain?”, “Andai saya gigih dan berjuang sedikit lagi”, “Apakah dengan masuk jurusan lain saya tetap bertemu dengan Pusdis?”. Ini bukan penyesalan dan saya pun tidak perlu menyesali pilihan ini, karena semuanya sudah berlalu dan yang terpenting adalah bagaimana saya belajar, tumbuh dan melangkah ke depan. 

Sekitar 2 jam berlalu, ruangan sudah terasa sesak. Siti juga sudah merasa tidak nyaman, akhirnya saya keluar sebentar menemani Siti untuk mencari udara segar, beruntung ada ruang medis. Tak lama Bunda Ida datang, disusul oleh Aisyah dan kak Nida (Carer Aisyah). Setelah Siti sudah merasa nyaman kembali, kami berdua masuk ke GOR namun saat sampai ditempat duduk, saya melihat tempat duduk kami sudah diambil orang huhuh. Alhasil kami hanya mengambil tas dan pergi mencari tempat duduk lain. Saya mengikuti bunda Ida untuk mencari kursi yang kosong dan tepat kami menemukan kursi tepat di sebelah kanan panggung. Yah kami duduk bersama para Ketua BEM/Senat. Sebenarnya agak canggung duduk tepat di depan para maba. Mungkin para maba terheran-heran melihat kami duduk di depan.  Acara ditutup oleh wr 2 dan semua peserta diarahkan untuk keluar, di luar gor sudah banyak Maba yang menggunakan kemeja biru Bersiap memasuki GOR. Kami keluar berdesak desakan ditambah panasnya matahari. Area sekitar gor dan lapangan PKM menjadi lautan merah. Tanpa berfoto foto kami langsung ke Pusdis dan berfoto foto di sana. 

PKKMB hari kedua saya bertugas di Manajemen-FEB mendampingi Luqman. Saya bersama Anci bertugas di FEB. Sebenarnya di kelas Luqman sudah ada Mentor yang bertugas. Saya tidak menetap di FEB, kadang saya patroli di sekitar FH dan FISIP bersama Ara. Setelah itu saya kembali lagi ke FEB. Setelah kembali di FEB saya bersama  Ara hanya menunggu di gazebo depan kelas dan berbincang bincang bersama salah satu Mentor dan kak Raka (Ketum IMMAJ). 

PKKMB hari ketiga saya bertugas di Departemen Sosiologi, FISIP. Mendampingi Aisyah dan Sea. Walaupun sebenarnya Sea dibackup oleh Jun (Relawan Isyarat). Selama acara kegiatan berlangsung lancar. Aisyah yang sudah merasa mumet di dalam ruangan jadi kami keluar duduk gazebo dan berbincang bincang. Namun karena Hari itu Sea kurang sehat dan ingin pulang duluan maka tugas pendampingan saya selesai lebih awal. Aisyah pun juga sudah pulang duluan. 

Satu hari sebelum unhas day semua panitia kembali berkumpul di pusdis untuk menyiapkan Acara besok. Setelah semua atribut lengkap kami ke gor dan mulai mendekor. Sambil mendekor kami juga menikmati penampilan talent yg akan tampil besok. Saat itu juga kami dapat informasi kalau Pusdis dapat panggung 5 menit Untuk tampil. Alih alih presentasi Panitia memilih Untuk menampilkan Lagu Isyarat Merakit – Yura Yunita. Lagi lagi lagu ini mengiringi kegiatan kami,  seperti di kegiatan kegiatan sebelumnya. Malam itu kami latihan, tidak butuh waktu lama untuk menghafal gerakannya karena kami 

sudah terbiasa. Setelah latihan saya, Ara, Jun dan Taufik pergi berburu thrift untuk DC besok, yah kami berburu outfit Warna Pink. 

Sabtu 12 Agustus 2025

Paginya saya pikir semua sudah beres,  namun berbeda POV dari ketupat dan panitia lain, kurang inilah itulah dll. Sesi pagi sangat ramai, tenant kami dipenuhi oleh Maba-Maba yang penasaran dengan Pusdis. Sampai sampai absen dan brosur tidak cukup, jadi saya harus turun tangan lagi pergi mencetak keduanya. Namun ternyata saya ketinggalan momen, Prof JJ dan Prof Ruslin singgah berfoto di tenant kami. Saya dan Ara yang di Pusdis waktu itu tidak ikut berfoto Huhuhu…. 

Pukul 11 saya kembali lagi ke Gor, para maba sudah turun berkeliling, semakin banyak yang mengunjungi tenant kami. Sambil menunggu jadwal tampil, kami menjaga tenant atau melayani pengunjung. Tiba saatnya kami tampil, perasaan campur aduk gugup dan senang. Walaupun awalnya intro tidak terdengar namun seterusnya saya berusaha enjoy. Saya bisa melihat Bunda Ida dari atas panggung yang tersenyum ceria melihat anak-anaknya tampil. Semua berjalan lancar, ada 300+ lebih peserta yang mengisi absen. Tibalah dipenghujung acara, beberapa tenant sudah berberes beres. Kami pun ikut berberes beres. Setelah bersih kami kembali ke Pusdis, disana kami makan sore dengan nasi goreng jumbo beberapa porsi yang dibagi bagi. Saya merasa sangat lelah sampai sampai tidak bisa bangun tuk ikut makan. Namun ujung ujungnya saya tetap ikut makan bersama. Setelah makan, beberapa panitia pulang ada juga yang beristirahat di Pusdis. Hari yang panjang dan hari yang MANTAPPPP. Good Job All.

Last Sentence: 

Good Job semua, akhirnya salah satu kegiatan besar Pusdis berhasil kita jalankan. Applause dulu👏🏻🤗 Terima kasih semua sudah mau effort, tanggung jawab dan berpartisipasi di kepanitiaan ini🤩🫶👏. 

Mungkin ada masa-masa capeknya kita saat proses (pasti sih itu), misskom, drama dikit ataupun chaos. Tapi ternyata kita semua bisa survive sama-sama dan jalani semua guys huhuuu, keren memang🫶🏻👏🏻😎

Bangga rasanya bisa kerja sama dengan kalian semua, tanpa kalian kegiatan ini tidak bakal jalan, makasih banyak guysss🫶🫂 

Semoga bisa jadi memori baik untuk semua💙🫂

Maaf kalau saya pribadi keras kepala, banyak ngomel, suruh revisi atau tolong buat ini itu atau bahkan tidak kerja.  Kalian Hebat💙…

Setelah evaluasi yang singkat kemarin, sepertinya masih banyak hal yang belum sempat kita bahas. Tapi evaluasi kemarin jadi pelajaran dan refleksi baru buat saya, terima kasih sudah berani speak up👏🏻🫶🏻

Saya sebagai Wakil Ketua Panitia sangat berterima kasih atas dukungan dari Rektorat khususnya WR 4, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, ST MPhil, Kak Ishak dan Bunda Ida, Staf Pusdis, Relawan Isyarat, teman-teman Panitia yang sudah bekerja keras, Pusdis Friend, Mabadif 2025, Media Partner dan semua yang telah berpartisipasi dan turut memeriahkan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Difabel 2025. Sampai jumpa di kepanitiaan selanjutnya. – Syakirah 2025

Love u all🫰🏻💙

Kabar Terkini