Oleh Ishak Salim

Dalam perjalanan kami kali ini, kami mengampanyekan keberadaan mahasiswa Tuli di sejumlah fakultas, termasuk Teknik yang kampusnya berada di kabupaten Gowa. Kampanye ini menarik, karena kami mengenalkan budaya Tuli yang selama ini terpendamatau tertekan dalam keriuhan ‘budaya orang dengar’ yang bising dan superior. Dalam kajian Tuli atau Deaf Study, perilaku atau cara berpikir orang-orang dengar yang mensubordinatkan orang Tuli ini disebut ‘AUDISM’. Hadirnya Tuli mengabarkan dan mengenalkan sebagian kecil daribudaya mereka e teman-teman mahasiswa lain di Unhas merupakan hal baru yang tak pernah terjadi sebelumnya di Unhas. Ini patut kita syukuri karena apa yang teman-teman Tuli, orang-oang muda ini telah lakukan, sungguh memperkaya khazanah pengetahuan dan pengalaman sosial kita. Semoga kita bisa menyadari bahwa entitas orang Tuli yang dengan bahasa dan budayanya, mampu membawa kita pada keluasan berkomunikasi, yang tidak selalu hanya mengandalkan suara, namun juga isyarat.

Saya hadir saat kampanye ini dan mengutip banya kejadian. Rugi rasanya jika saya tidak membaginya. Selamat menikmati. Untuk setiap gambar atau kelompok gambar, saya akan upayakan memberikan deskripsi agar teman-teman difabel visual atau teman-teman netra bisa menikmati suasananya.

kampanye Tuli di Fakultas Teknik

Mari kita Mulai dari FakultasTeknik

Bertemu dan berdialog dengan teman-teman dengar

Mengenalkan Bahasa Isyarat

Pertunjukan seni Tuli di Teknik