Oleh Ananda Cahya Hafizhah, NIM K021231070 (Relawan Teman DIfabel, Pusdis Unhas)

Halo everyone, it’s me Anan, kali ini aku mau nyeritain tentang keseruan malam puncak HUT Pusdis ke-2. Makassar, 28 Juni 2025.
Persiapan Sebelum Acara
Hari itu aku sampai di Pusdis pada pukul 09.00 WITA dan sudah ada beberapa panitia ataupun relawan yang telah datang lebih dulu. Aku nungguin para teman teman yang (katanya) mau latihan sebelum berangkat ke lokasi perayaan. Setelah beberapa saat ditunggu, akhirnya satu persatu dari mereka berdatangan ke Pusdis. Selagi menunggu mereka menyiapkan diri untuk latihan, saya dan Sulis (koord konsumsi) pergi memesan makanan untuk para panitia untuk dimakan sebelum kami berangkat menuju lokasi. Setelah itu, jujurly aku lupa tanyain soal surat yang harusnya diantar pagi pagi sekali ke Polrestabes jadi pas aku ingat langsung kutanyain ke Andika soal surat itu dan ternyata belum diantar guys🙃 akhirnya setelah melihat para panitia tidak ada yang lowong dan memiliki kerja masing masing disaat itu jadinya aku sama Andika (wakil ketua) pergi ke Polrestabes buat anterin suratnya pada pukul 10:30 WITA.
Latihan dan Keberangkatan
Setelah selesai mengantarkan surat, kami kembali ke Pusdis pada pukul 11:20. Sesampainya di Pusdis aku langsung ngarahin teman teman buat latihan final dikarenakan waktu yang telah mepet banget dengan keberangkatan. Tapi, yang bikin darahku sedikit naik itu para teman temanku yang bak malaikat ini ga ada yang gerak keluar buat latihan, cuman beberapa. Akhirnya aku datang kembali teriakin ke dalam kantor bilang yang ga latihan ga bakal dapat konsumsi makan siang hehe Mon maap, tapi setelah itu mereka keluar buat latihan.

Di latihan terakhir ini gatau kenapa aku ngerasa kek udah yakin aja sama semua penampilan karena kek apa ya, pasti yang nampil bakalan nampilin yang terbaik.
Abistuu pada saat sementara latihan konsumsi yang sudah kami pesan pun datang, akhirnya pada saat kami menyelesaikan latihan kami bersegera makan dan solat karena bus sudah datang. Sebelum pergi kami memastikan kantor sudah aman, lampu dimatikan, meong dikeluarin, dan pintu di kunci, ada juga beberapa relawan atau panitia yang berangkat menggunakan motor gegara mabuk kalau naik di bus, akhirnya kami berangkat dengan bismillah.
Perjalanan Menuju Anjungan Pantai Losari
Pada saat di dalam bus, kami sibuk masing masing, ada yang nyanyi, ada yang bincang bincang, ada yang ovt, ada juga yang tidur termasuk aku. Perjalanan menuju anjungan Pantai Losari sedikit dipenuhi keramaian kendaraan di jalanan mengingat kemungkinan para masyarakat juga pergi berlibur di hari weekend ini.
Sesampainya di anjungan, kami langsung turun sambil mengecek kembali barang barang yang telah kami bawa dan kami langsung menuju tenda yang telah dipersiapkan untuk menyusun kursi yang masih bertumpuk rapi. Setelah kami mengatur semuanya, inilah kegiatan pertama pada acara puncak ini, yaitu mengadakan kampanye mengelilingi anjungan Pantai Losari dengan membawa beberapa poster untuk diperlihatkan mengenai aksesibilitas yang terdapat di pantai Losari dan di sana juga terdapat tim asesmen yang ikut serta dalam menyaksikan kegiatan kami. Setelah kami berfoto-foto dan mendengarkan orasi yang dibawakan oleh Ilham teman netra dan berfoto foto untuk dokumentasi, kami kembali jalan menuju tenda di mana kegiatan kami dilakukan.









Pembukaan Acara
Setelah itu, kami menyiapkan segala sesuatu untuk membuka acara penampilan kami. Tiba tiba cuaca menjadi sangat mendung dan hujan turun perlahan. Tetapi, Acara tetap dibuka dengan dibawakan oleh MC yaitu Widya dan Alan, serta laporan ketua panitia yaitu Miki teman Tuli, di susul dengan sambutan dari Pak Safaruddin Baso Amang, selaku Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata, kemudian disambung dengan sambutan yang dibawakan oleh kelapa UPT anjungan Losari ibu Muliany Rosa Arifin, SS, M.AP dan kemudian sambutan oleh kepala pusat disabilitas Universitas Hasanuddin yaitu bapak Ishak Salim.
Acara selanjutnya yaitu penampilan tarian solo yang dibawakan oleh Naila dari SSDI (Sahabat Sindroma Down) yang membawakan tarian 4 etnis. Jujur di sini aku sempat terharu karena dia se-profesional itu menampilkan tarian sendiri, walaupun hujan dia tetap melanjutkan tariannya dan kayak apa ya, terharu juga karna mamanya ikut mayungin Naila🥺 dan disitu gatau kenapa aku yang ngerasa bangga ke Naila, siswi Sindroma Downh.
Penampilan Mengharukan



Acara selanjutnya yaitu penampilan puisi yang dibawakan oleh kak Lala, dan diiringi dengan backsound lagu Anging mamiri, puisi dari kak Lala ini bikin yang mendengarnya dapat merenungkan isi dari puisi yang disampaikan, dan terbawa sedih.
Kemudian dilanjut oleh Gio yang membawakan puisi. Jujur baru pertama kali liat si Gio puisi dan bikin speechless karena ya ga nyangka dia se-bagus itu ngebawainnya. Tapi pada saat dia udah turun, ada kejadian yang bikin dia malu wkwkwk. Pokoknya itulah ya ges.
Setelah itu penampilan drama oleh teman-teman dari Pusdis, jujur aku juga baru kali ini ngeliat full story-nya, yang biasanya cuman ngeliatin latihannya sepenggal doang sekarang liat versi full nya dan jujur itu keren banget, good job guys.
Flashmob dan Penampilan Lainnya
Acara selanjutnya, nah ini nih acara yang jadi penanggung jawabku, wkwkwk acara yang pada waktu latihannya sempet ga mood gegara temen-temen comelku ini yang sangat disiplin. Yap flashmob, sebenarnya aku takut pas mau nampil tapi kek ya udahlah bawa happy aja, lagian kan ini kita udah persiapkan sebaik yang kita bisa gitu, jadinya ya udah, dan pas kami semua para panitia maju, aku beneran ga ekspek kalo mereka se semangat itu sambil hujan-hujanan dan se-heboh dan ramai itu, disitu aku kek mo nangis karna guys kalian perfect terima kasih gitu tapi aku ingat acaranya belum selesai wkwkwk jadi gajadi nangis part 2.

Selanjutnya penampilan lagu bahasa isyarat yang dibawakan oleh beberapa teman teman, penampilan nya sangat tersampaikan pesan dr lagunya karena mereka penuh penghayatan dengan ekspresi muka yang ga kalah keren, total 2 lagu yang mereka bawakan dan lagu tersebut dari Ruang Baca.
Bintang Tamu dan Penutupan Acara
Setelah itu, saya panik Yeay, karena apa? Ya karena bintang tamu yang mengisi acara selanjutnya belum dateng 😭☝🏻 serius di situ panik padahal tau kok bakal datang cuman karena hujan jadi agak terhambat perjalanannya. Di sela-sela penantian kami sesekali melakukan foto bersama dan akhirnya datanglah bintang tamu kita kali ini ini yaitu dari Ruang Baca. Sumpah guys kalian harus tau kalo Ruang Baca itu sekeren itu, lagu-lagu mereka itu bagus-bagus dan aku ga ekspek kalau aku bisa denger dan liat langsung mereka nyanyi di acara kami hari ini. Total 3 lagu yang mereka bawakan karena hujan jadi penampilannya hanya di tenda. Mereka khawatir kalau di panggung sambil hujan-hujan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena mereka menggunakan alat musik yang tersambung dengan kabel.









Setelah itu, kami menutup acara pentas seni dan ishoma untuk persiapan naik ke kapal phinisi ‘Adama’.
Sebenarnya pas ishoma aku sama Zahra naik duluan ges ke kapalnya buat foto-foto dan dibolehin sama pihak kapal. Jadi kami naik berdua duluan hehe maap ya, tapi abistu kami turun lagi buat ngambil tas yang kelupaan di tenda dan bantu ngarahin orang orang yang masih ditenda buat naik ke kapal.
Setelah itu, acara kembali dibuka dengan sambutan dan mengaji bahasa isyarat oleh teman Tuli (jujur lagi di sini aku baru tau kalo ngaji isyarat tuh begitu). Kemudian acara dilanjutkan kembali dengan potong tumpeng yang menandakan ini adalah malam puncak dari Pusdis Unhas yang ke-2 dan dilanjut dengan makan malam bersama dan penandatanganan deklarasi. Di tengah makan, kami memberi suprise kepada dua teman atau kakak kami tercinta yang tengah berulang tahun yaitu Yaya dan kak Nana, tapi aku ga liat dari awal suprise nya karena sementara ngantri makan.
Setelah makan makan, kapal phinisi yang kami naikin itu masih muter-muter di tengah laut, jadi kami muter lagu buat memeriahkan malam puncak ini, dan Yap sekapal joget mengelilingi meja yang ada di kapal wkwkwk. Kalo diliat liat lucu banget tau pada heboh begitu.
Semua raut muka terekam jelas di malam itu, ada yang joget kegirangan, ada yang foto-foto, ada yang masih makan, ada yang kehabisan lauk, ada yang kedinginan ada juga yang mabuk, tetapi semua terlihat menikmati malam puncak itu dengan happy.
Setelah kapal berhenti, kamipun turun dan kembali ke sekitaran bus untuk bersiap siap pulang. Pada saat kami sudah di dalam bus dan di jalan, Masih ada aja lagi kejadian si Hije ilang gaada di bus kami dan di bus satunya yang sempat bikin panik, dan ternyata anaknya dah balek duluan ga bilang-bilang😭
Kamipun lanjutin perjalanan pulang dengan nyanyi-nyanyi di bus kayak ga kehabisan energi padahal bajunya masih basah gegara kena hujan.
But overall acara malam puncak kali ini sangat sangat terkesan seketika lupa bagaimana marah-marah pas latihan, lupa capek dalam persiapan, semua tertutup pada malam itu, semua terbalaskan dan sangat memuaskan terima kasih kepada semua yang ikut berpartisipasi dalam malam puncak ini baik secara langsung maupun tidak langsung, semoga kedepannya Pusdis semakin maju dan berkembang dan kita semakin kompak semuanya, thank you guys see u in another event Pusdis selanjutnya.
-anan🐼



