Oleh Fitrah Ramadhan

Perkenalkan, saya Fitrah Ramadhan, seorang mahasiswa di jurusan Sastra Indonesia di Universitas Hasanuddin. Sejak awal, saya telah terlibat dalam lingkungan perkuliahan di Unhas bersama teman-teman difabel lainnya, bekerja sama dengan Pusdis Unhas untuk mewujudkan kampus yang inklusif. Keterlibatan ini memunculkan tujuan baru bagi saya, yaitu berjuang bersama Pusdis Unhas untuk mewujudkan impian-inpian kami, khususnya mlebih banyak lagi difabel kuliah di Unhas.

Sebagai mahasiswa tuli, saya menghormati budaya saya, Budaya Tuli. Hal ini tidak menghalangi saya untuk berjuang. Bersama Pusdis Unhas, kami telah membuat kemajuan yang signifikan, mulai dari kegiatan relawan, acara bermutu, keren, website yang dapat diakses untuk mempelajari lebih lanjut tentang Pusdis Unhas, sampai bekerjasama dengan beberapa mitra kerja untuk kampus lebih inklusif.

Selain itu, saya juga aktif sebagai guru bahasa isyarat di kampus Unhas. Dalam perspektif saya, saya tidak mengizinkan orang yang dapat mendengar untuk mengajar bahasa isyarat, karena hal ini bukan bagian dari budaya Tuli dan tidak etis. Sebaiknya, orang Tuli sendirilah yang mengajari bahasa isyarat kepada orang yang dapat mendengar, karena pengajaran bahasa isyarat adalah pengajaran Budaya Tuli.

Saya sadar bahwa Pusdis Unhas masih memiliki kekurangan, namun bagi teman-teman difabel, upaya Pusdis Unhas sudah luar biasa dan layak diapresiasi. Kedepannya, Pusdis Unhas akan terus berjuang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi semua pihak.