Oleh Indri Pausilia Wijaya, Koordinator Mentorship Relawan Teman Difabel 2024

Hello Everyone! Kenalin aku Indri Pausilia Wijaya, aku salah satu relawan pendamping Pusat disabilitas UNHAS batch I (2023) dari Fakultas Kehutanan dan prodi Kehutanan. Kebetulan di kegiatan Mentoring Relawan Teman Difabel baru beberapa hari lalu aku berkesempatan untuk menjadi koordinator.

Yuk! Intip cerita aku mengenai sharing session yang diadakan Pusat Disabilitas.

Pembentukan relawan pendamping Pusat Disabilitas batch II 2024 melatarbelakangi terbentuknya kegiatan sharing session ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman, memperluas wawasan dan menumbuhkan niat relawan pendamping tahun ini. Sharing session ini ajang paling seru buat para relawan pendamping Pusat Disabilitas Unhas!

Di sini beberapa mentor dari relawan pendamping batch I akan saling berbagi pengalaman, tips, dan cerita seru selama mendampingi teman-teman disabilitas. Selain dapat insight baru, kita juga bisa saling menguatkan satu sama lain. Biar makin solid menjalankan misi kemanusiaan ini.

Pokoknya, sharing session ini bukan sekadar diskusi biasa, tapi tempat buat kita recharge semangat dan dapet positif vibes untuk terus berkontribusi.

Sharing session berlangsung hari Minggu, 8 September 2024 di Taman Inklusif Jalinan Jiwa Universitas Hasanuddin atau JJ Park. Menghadirkan beberapa narasumber yang memang expert di bidangnya seperti, Kak Lala, kak Ishak, Kak Ida, Kak Agum, dan Kak Fitrah.

Kak Lala atau Nabila May Sweetha merupakan teman netra dan mahasiswa Ilmu Politik Unhas. Ia membawakan materi Perspektif Disabilitas di Perguruan Tinggi. Lalu, Kak Ishak selaku kepala Pusat Disabilitas Unhas bersama Fitrah Ramadhan (Mahasiswa Tuli) membawakan materi Etika berinteraksi dengan difabel,Selain itu, duet kak Ida sebagai koordinator Relawan Teman Difabel dan Kak Agum sebagai koordinator tim pendampingan Pusdis membawakan sesi mengenal jenis-jenis layanan dan pendampingan difabel. Materi yang mereka bawakan sangat diperlukan sebagai dasar untuk mengenali dan berinteraksi dengan difabel. Selain narasumber yang kece-kece, tentunya kegiatan sharing session ini dihadiri oleh Relawan Pendamping batch II yang kurang lebih berjumlah 80an orang.

Pembukaan

Sesi Perspektif Disabilitas

Kegiatan sharing session ini dimulai dengan pembukaan dari koordinator, aku sendiri, Indri Pausilia Wijaya dengan Kak Fitrah Ramadhan dalam hal ini diwakili sama Kak Ara, kami membuka kegiatan dengan membakar semangat para peserta. Kami memberikan sambutan singkat serta menyampaikan harapan agar acara ini bisa menjadi ajang untuk belajar dan saling support. Setelah sambutan, suasana langsung cair dengan diadakannya games seru yang dipandu langsung oleh Bunda Ida dan Kak Pute.

Games ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga untuk membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil secara random. Tujuannya untuk perkenalan dan pemanasan mengikuti mentoring.

Berikut ini hasil dari pembagian kelompok sharing session bersama dengan mentor-mentornya!

Kelompok 1 Mentor: Ilham, Jun, dan Queen Anggota: 1. Ririn. Peternakan 2. Diva. Ilmu Hukum 3. Giyas. Teknik elektro 4. Miti. Agrotek 5. Taufik. Kesmas 6. Mita. ITP 7. Arif. ITPKelompok 2 Mentor: Diyang, Randi, Kak Abil dan Hijrah Anggota: 1.     ghiyaz 2.     ⁠salwa 3.     ⁠aulia 4.     ⁠sita 5.     ⁠nira 6.     ⁠hanafi 7.     ⁠niar  Kelompok 3: Mentor: Kak Ara, Kak Pute, Nanda dan Miki Anggota: 1.     Ara 2.     Aura 3.     Pingkan 4.     Fatmah 5.     Ardi 6.     Piscaa
 Kelompok 4 Mentor: Agum dan Dedi, Anggota: Kelompok 5 Mentor: Meyo dan Sri Anggota: 1. Yaya 2. Tika 3. Adziwah 4. Rara 5. Naila 6. Amira 7. AyaKelompok 6: Mentor: Fania, Friska dan Eka Anggota: 1.     Fauzan 2.     Indri 3.     hesti 4.     tiara 5.     mina 6.     Alya
Kelompok 7 Mentor: Angel dan Indri Anggota: 1. Dewa 2. Andika 3. Alif 4. Alifha 5. Fatima 6. Satya 7. TisyaKelompok 8 Materi: Michan dan Cunul Anggota: 1. Richa 2. Naldi/Nathan 3. Iffah 4. Sri 5. Kezya 6. yg ini lupa 7. AlKelompok 9: Mentor: Nanda dan Ardy Anggota: 1. Deswira Natalia Maluda 2. Ade Putri Mono 3. Syifa 4. Reski Triwahyuni 5. Ainul 6. Taufik 7. Khalish 8. Rifqa Afdhalia Dwi Destyana
Kolom kelompok

Setelah pembagian kelompok itu, kita masuk ke sesi utama di mana peserta diberikan materi keren tentang perspektif disabilitas di perguruan tinggi yang dibawakan oleh kak Lala.

Materi ini membuka wawasan tentang bagaimana perguruan tinggi memfasilitasi mahasiswa difabel dan bagaimana kita, sebagai relawan, bisa berkontribusi lebih besar dalam mendukung mereka. Setelah sesi ini selesai, tiba waktunya istirahat sejenak. Peserta dipersilakan untuk memakan bekal makan siang yang memang diwajibkan oleh tim PUSDIS untuk membawa bekalnya masing-masing.

Saat sharing session, Pusdis mengusung konsep nir-sampah, artinya semua peserta diajak untuk ikut berpartisipasi dalam mengurangi sampah, terutama sampah plastik sekali pakai. Langkah ini adalah bagian dari komitmen Pusdis untuk mendukung kegiatan yang lebih ramah lingkungan.

Selama acara, para peserta dihimbau untuk membawa tumblr atau botol minum pribadi. Pusdis juga sudah menyediakan water station, jadi siapa saja bisa mengisi ulang minuman mereka tanpa perlu menggunakan botol plastik.

Setelah istirahat, dilanjut dengan sesi materi tentang etika berinteraksi dengan difabel. Ini nggak kalah penting, karena kita diajarkan cara berinteraksi yang lebih empatik dan respek. Setelah materi, tiap kelompok langsung lanjut diskusi bareng mentor masing-masing. Diskusinya santai tapi bermakna, membahas pengalaman, tantangan, dan solusi yang mungkin bisa diterapkan di lapangan.

Lanjut ke sesi berikutnya, yaitu ulasan tentang spirit kerelawanan dan uraian detail mengenai layanan disabilitas di Pusat Disabilitas Unhas. Ini adalah momen buat menguatkan semangat menjadi relawan dan mendalami peran kita. Setelah itu, setiap kelompok kembali ke mentoring untuk diskusi lebih mendalam dengan mentor, membahas strategi dan cara pendampingan yang lebih efektif.

Kegiatan diakhiri dengan penutupan yang nggak kalah seru.

Koordinator memberikan closing statement yang menginspirasi, mengucapkan terima kasih, dan menegaskan pentingnya melanjutkan semangat kerelawanan ini di kegiatan sehari-hari.

“Ingat, setiap dari kita punya peran buat bikin lingkungan disekitar kita untuk lebih inklusif dan nyaman buat semua. Jadi jangan biarkan ilmu dan kesempatan yang hari ini kalian dapat berhenti di hari ini, wujudkan itu teman-teman.

Sekian dulu dari aku Indri dan kak Fitrah selaku koordinator sharing session hari ini, sampai ketemu di kesempatan berikutnya.

Have a great day, guys, No one left behind, salam inklusi good bye and see you soon everyone!!” Kataku sebagai penutup dari kegiatan sharing session ini.

Dengan begitu, sharing session ini ditutup dengan penuh semangat dan antusiasme dari semua peserta! Para peserta juga di wajibkan untuk membuang sampahnya masing

Oiya, berikut beberapa testimoni dari beberapa mentor selama kegiatan ini, yuk cekidot!

Muh. Ilham: Hi Pusdis Friends. Senang deh dapat berbagi pengetahuan untuk semua Calon Relawan teman difabel 2024. Aku merasa pengalaman selama 1 tahun terakhir gak sia sia. Pengalaman pendampingan, suka duka urus kegiatan, dikasi kaget karena ide kegiatan yang mendadak. Dan banyak lagi deh.

Sewaktu mentoring bersama kelompok 1, aku menekankan untuk semua teman teman merasakan spirit Pusdis sebagai second house. Bukan sebagai organisasi pelarian untuk memenuhi 20 SKS, Bukan juga organisasi yang punya banyak tejanan sana sini. Meskipun ini juga di dapat sihh di Pusdis. Hehehe.

Tadi aku belajar soal komunikasi organisasi. Di situ aku baru paham. Ternyata pendekatan berbasis kerelawanan itu dilandaskan pada teori yang namanya human relationship theory. Di mana kenyamanan dari masing masing individu jadi patokan utamanya.

Dan aku merasa senang sekali. Itu sudah kudapat di Pusdis.

Terakhir ni dari aku.

Semangaat untuk kita semua. Harus ingat kita harus pertahankan kekompakan ini. Jangan ada Egoa yang memecah belah persatuan. Jadikan ragam pengetahuan berbasis kerelawanan jadi tempat untuk saling bagi cerita, saling bergosip ria, dan selalu siap sedia kalau tiba tiba ada event mendadak yang harus dilaksanakan. Semangat teman-teman!

Cerita Angel: Halo Pusdis chinguz sekalian. Soo di hari minggu yang cerah ini, kami ada penyambutan dan pelatihan relawan batch 2 dengan kurleb 70an relawan baru yang hadir. Setelah setahun jadi relawan teman difabel, finally experience ku selama ini bisa ku bagikan sama teman-teman relawan baru khususnya untuk kelompok yang ku mentoring hari ini yaitu kelompok 7, buat Dika, Dewa, Alif, Tisya, Ifa, Fatima, Satya, dan seorang lagi yang mohon maaf ku lupa namamu,

Praktik Kelompok

Senang bertemu dengan kalian guys.

Hari ini aku share tentang experience ku macam cerita lucu serunya selama pendampingan, plot twist selama pendampingan, keseruan selama jadi relawan di pusdis, dan cerita tentang teman-teman relawan juga teman difabel yang lain.

Intinya selama kegiatan hari ini sangat seru, bisa kenalan, bercerita, dan bermain bareng relawan lainnya juga. Ku harap dengan tingginya antusiasme dari teman-teman yang udah daftar relawan batch dua ini, teman-teman dapat terus konsisten dan berkontribusi di pusdis, jaga keaktifannya, jaga semangatnya, agar kita dapat bersama-sama belajar terkait isu-isu disabilitas, menebar kebahagiaan sesama relawan dan teman difabel juga pastinya.

Rajin-rajin datang ke Pusdis yaww teman-teman & semoga kita semua bisa berkepanitiaan di event-event pusdis nantinya.