Narasi Kampanye Inklusi Pariwisata Makassar: “Tourism For All”

Kampanye

Oleh Tim Kampanye Menuju Pariwisata Makassar Inklusif

Pada 28 Juni 2025, Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin menggelar sebuah kampanye kolaboratif bertajuk “Tourism For All” di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata mendorong Makassar menjadi kota wisata yang inklusif, ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

Kampanye ini melibatkan berbagai pihak: mahasiswa Universitas Hasanuddin dan UNM, organisasi disabilitas, asosiasi wisata Makassar, akademisi pariwisata, pelaku wisata, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan UPT Pantai Losari. Bersama-sama, mereka menyuarakan pentingnya aksesibilitas dan kesetaraan dalam sektor pariwisata.

Isi Poster dan Pesan Kampanye:

Tourism For All. Connected for Disability, Connected to Every Personality

Pariwisata harus menyentuh semua kalangan. Inklusi bukan hanya soal akses, tapi juga soal koneksi antarmanusia.

Makassar Road To Inclusive City: Bersama Membangun Akses Pariwisata yang Setara


Menuju Makassar sebagai kota dunia dimulai dari komitmen bersama membangun akses yang adil dan setara.

No One Left Behind. Semua Orang, Tanpa Terkecuali, Mau dan Butuh Berwisata

Setiap orang berhak menikmati keindahan dan pengalaman wisata, tanpa terkecuali.

Sirik Na Pacce. Makassar Kota Dunia Apa Jii? Kalau Da Inklusif Pi

Nilai lokal Makassar harus tercermin dalam kebijakan inklusif. Kalau bukan inklusif, belum layak disebut kota dunia.

Ubur-ubur Ikan Lele. Panlos Harus Inklusif Le

Dengan gaya khas Makassar, poster ini menyuarakan bahwa Anjungan Pantai Losari (Panlos) harus bisa diakses semua orang.

Building For Inclusion Network. Janji Tidak Cukup, Bukti Baru Cocok

Inklusi bukan sekadar wacana. Dibutuhkan aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.

Disabilitas Harus Totalitas. Bersama Kami Ingin Tempat Wisata yang Berkelas

Penyandang disabilitas juga ingin menikmati wisata yang berkualitas dan berkelas.

Equalrise. Buka Akses Pariwisata Setara Demi Makassar Kota Dunia

Kesetaraan akses adalah fondasi menuju Makassar sebagai kota global yang inklusif.

Nothing About Us Without Us. Bullshit! Giliran Jalan-jalan, Kami Ndak Diajak

Kritik tajam terhadap eksklusi. Penyandang disabilitas harus dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan wisata.

Pengumuman!!! Semua Tempat Wisata dan Kuliner Wajib Inklusif


Dari warung sop saudara hingga penyewaan bebek air, semua harus ramah disabilitas. Karena difabel juga butuh jalan-jalan.

Asesmen Aksesibilitas:
Dari Utara ke Selatan Anjungan: Selain kampanye visual, tim juga melakukan asesmen aksesibilitas menyeluruh di sepanjang Anjungan Pantai Losari, dari utara ke selatan.

Asesmen ini mencakup: Akses ke wahana dan fasilitas kuliner.

Hasil asesmen ini akan menjadi dasar advokasi dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah kota dan pelaku wisata. Kampanye ini bukan hanya seruan, tapi juga langkah awal membangun jaringan kolaboratif untuk pariwisata yang lebih adil dan manusiawi.

Beberapa bagian yang dinilai: Jalur kursi roda, Akses ke toilet umum, Informasi visual dan audio, dan Area istirahat yang ramah disabilitas.

Poster created by Wildan (Akuntansi, 2024, Relawan Pusat Disabilitas Unhas)

Kabar Terkini