Seleksi Wawancara Jalur Afirmasi Disabilitas Unhas: 12 Calon Mahasiswa Berjuang Raih Kesempatan Kuliah

Peserta wawancara berkumpul di depan rektorat

Oleh Tim Media Pusdis Unhas

Makassar, 20 Juni 2024 – Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan seleksi wawancara untuk calon mahasiswa baru melalui Jalur Mandiri Disabilitas. Tahun ini merupakan tahun ketiga Unhas membuka jalur afirmasi ini, dengan 12 calon mahasiswa dari lima jenis disabilitas yang lolos tahap asesmen.

Kedua belas calon mahasiswa tersebut terdiri dari disabilitas fisik, yakni Suci Rahmawati Rusli (Cerebral Palsy ringan) dari Fakultas Hukum, Amrina Rosada (gangguan sistem gerak pinggang) dari Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Kesusasteraan Jepang, Andi Siti Aisyah Assyaroh Fudail (Brachial Plexus Injury) dari FISIP Ilmu Hubungan Internasional, dan Ashaq Fauzil (Spina Bifida) dari Fakultas Teknik Teknik Elektro.

Untuk disabilitas sensorik penglihatan ada Muh Luqman Syaikhah (low vision) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ilmu Manajemen serta Fathin Zahran (low vision/buta) dari FISIP Ilmu Politik. Sementara itu, dari disabilitas sensorik pendengaran diwakili oleh Mercy (Tuli) dari FISIP Ilmu Administrasi, Rizky Hosea (Tuli) dari FISIP Sosiologi, dan Kesya Pattipeiluhu (Tuli) dari FISIP Ilmu Pemerintahan.

Sementara untuk disabilitas mental/neurologis terdapat Siti Rachmawati (kecemasan) dari FISIP Antropologi, Aisyah Salsabila (autisme) dari FISIP Ilmu Komunikasi, serta Satria Fajar Ananda (ADHD) dari Fakultas Teknik Teknik Informatika.

Peserta saat berkumpul di Kantor Pusat Disabilitas Unhas
Peserta saat berkumpul di Kantor Pusat Disabilitas Unhas

Proses seleksi diawali dengan berkumpulnya peserta dan orang tua/wali di Pusat Disabilitas Unhas sebelum menuju Gedung Rektorat lantai 7. Wawancara dilakukan oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Wahda, SE., M.Pd., M.Si (Ekonomi), Prof. Dr. Iin Karita Sakharina, S.H., MA. (Hukum), Kasmawati, S.S., M.Hum (Ilmu Budaya), Novy Nur R.A Mokobombang,ST.,Ms.TM. Ph.D (Teknik), serta tim dari FISIP yaitu Prof. Muh. Akbar, M.Si (Ilmu Komunikasi), Prof. Dr. phil. Sukri, M.Si (Antropologi), Nurjannah Abdullah, M.A (Hubungan Internasional), Ashar Prawitno, M.Si (Ilmu Pemerintahan), Dr. M. Ramli AT, M.Si (Sosiologi), Dr. Sakinah Nadir, M.Si (Ilmu Politik), dan Dr. Muh. Tang Abdullah, S.Sos, MAP (Ilmu Administrasi).

Amrina Rosada, salah satu peserta dari Fakultas Ilmu Budaya, menceritakan pengalamannya. “Saya ditanya tentang aktivitas sehari-hari termasuk transportasi ke kampus,” ujarnya. Amrina yang memiliki gangguan sistem gerak pinggang ini juga menyampaikan bahwa dirinya sedang menempuh semester 4 di politeknik lain. “Saya jelaskan bahwa Pusat Disabilitas Unhas membuat saya merasa diterima,” tambahnya.

Proses wawancara berjalan beragam untuk setiap peserta. Rizky Hosea, calon mahasiswi Tuli dari Sosiologi, menghadapi tantangan dalam menjawab pertanyaan tertulis. Sementara Mercy dan Kesya mendapatkan respons positif dari pewawancara mereka di Ilmu Administrasi dan Ilmu Pemerintahan. Selain itu, Ibu Novi sebagai pewawancara dari Fakultas Teknik menyatakan bahwa proses wawancara berjalan lancar dan ia meyakini bahwa kedua calon mahasiswa disabilitas yang memilih Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Informatika ini bisa lulus.

Setelah proses wawancara selesai, seluruh peserta dipersilakan pulang sembari menunggu pengumuman kelulusan. Seleksi ini menunjukkan komitmen kuat Unhas dalam memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kabar Terkini